
GenPI.co Kalbar - Berbagai lomba permainan tradisional digelar untuk menyambut tahun baru padi menggelar Gawai Dayak (Maka' Dio) di Pemerintah Desa Cipta Karya, Kabupaten Bengkayang.
Panitia Gawai Maka' Dio Desa Cipta Karya Herkulanus menerangkan bahwa tradisi Gawai digelar setiap tahun sebagai bentuk ucapan syukur kepada Jubata (Tuhan) atas hasil panen padi di ladang atau sawah.
“Tapi kali ini berbeda, dimeriahkan dengan berbagai permainan rakyat yang dipandu langsung oleh Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Bengkayang," katanya, Selasa (26/4).
BACA JUGA: Rumah Radakng, Destinasi Wisata Berbasis Budaya
Beberapa lomba permainan tradisional yang digelar, yakni lomba menganyam, gasing, lagum, linting, sodor, dan enggrang kayu.
Acara makan bersama dengan menu tradisional juga disediakan untuk menyambut tamu yang datang ke Desa Cipta Karya," ujar Herkulanus.
BACA JUGA: Ramadhan Fair 2022, Lomba Kasidah Emak-emak Ditikung Anak Muda
Kegiatan berlangsung selama lima hari pada 23-27 April.
Hari terakhir menjadi acara puncak, bersamaan dengan HUT ke-23 Pemkab Bengkayang.
BACA JUGA: Ritual Gawia Sowa Dayak, Gawai Kebanggaan Masyarakat Bidayuh
Gawai Maka' Dio mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Selain itu, disambut antusias oleh masyarakat Bengkayang.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News