
Penyebutan istilah kesultanan, kata dia, bermula pada saat Raden Sulaiman dinobatkan menjadi penguasa di Sambas dengan gelar Sulthan Muhammad Tsafiuddin.
Barulah kemudian, Kesultanan Sambas memulai sejarahnya pada permulaan berkembangnya agama Islam sejak awal abad ke-16.
Sarbini menjelaskan, Pemdes Sebangun berharap dengan adanya wisata sejarah itu, bisa memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.
BACA JUGA: LaNyalla Dapat Gelar Kehormatan dari Keraton Tayan, Ini Artinya
Nantinya, warga di sekitar lokasi tersebut memiliki kesempatan untuk memperoleh pemasukan.
Misalnya, dengan membuat semacam pernak-pernik dan kuliner khas Desa Sebangun berupa olahan sagu sebagai oleh-oleh untuk dibawa pulang oleh wisatawan. (ant)
BACA JUGA: Karolin Dukung Saprahan Keraton Landak Pecahkan Rekor MURI
Video seru hari ini:
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News