
“Ini bukan mulok biasa, tetapi mulok yang punya spesifik dan terobosan karena anak-anak sudah diajak berpikir mendunia. Mereka diajak berpikir untuk memperkuat untuk menjaga daya tahan lingkungan,” papar Muda.
Sementara itu, Andree Ekadinata selaku Ketua Paket Kerja Pengelolaan Pengetahuan ICRAF Indonesia menyampaikan, sejak 2020, Pemerintah Jerman mendanai program yang diberi nama Pahlawan Gambut.
“Di dalamnya itu kami mencoba untuk bekerja di beberapa tingkatan. Yang pertama di tingkat provinsi, kami coba bantu untuk menyusun rencana perlindungan dan pengelolaan ekosistem gambut,” katanya.
BACA JUGA: Himpun Informasi, ICRAF Inisasi Komunitas WikiGambut Kalbar
Kemudian di tingkat tapak, pihaknya juga bekerja dengan 6 desa pilot yang membangun praktik-praktik pertanian yang ramah gambut.
Selanjutnya di tingkat pendidikan, khusus di Kabupaten Kubu Raya, ICRAF bantu menyusun kurikulum muatan lokal gambut dan mangrove.
BACA JUGA: ICRAF Indonesia Harapkan Pengelolaan Gambut Berkelanjutan
“Kemudian membuat bahan ajarnya, sekaligus nanti memproduksi buku-buku bahan bacaan dan semua perlengkapan yang dibutuhkan untuk mengajarkan topik gambut dan mangrove kepada semua sekolah,” pungkas Andree Ekadinata. (lha)
Video heboh hari ini:
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News