
Berdasarkan keterangan Uray, selama dirawat di rumah sakit, tidak ada satu pun rekan yang menjenguk.
Dia bahkan tidak bisa menghubungi keluarganya di Indonesia karena hilang kontak. Hal itu menyebabkan yang bersangkutan telantar di rumah sakit.
"Atas laporan dari Rumah Sakit Sibu, maka kami dari KJRI Kuching mengunjungi yang bersangkutan dan bayinya pada 18 Mei 2022,” ungkap Sigit.
BACA JUGA: PLBN Belum Resmi, PMI Sulit Dideteksi di Jagoi Babang
KJRI mewawancarai dan pengambilan biometrik. Namun, data yang bersangkutan tidak terdapat dalam sistem keimigrasian Indonesia. (ant)
Tonton Video viral berikut:
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News