
"Yang paling penting adalah bagaimana keberlangsungan usaha itu berkembang, dari yang tadinya ultra mikro menjadi mikro dan seterusnya," ungkap Edi.
Pemasaran juga menjadi bagian terpenting dalam pengembangan UMKM.
Dalam memasarkan produk-produknya, tidak hanya mengandalkan secara langsung atau offline tetapi bisa juga dilakukan secara online.
BACA JUGA: Wagub Kalbar: UMKM Terbukti Mampu Jadi Penyelamat Ekonomi
UMKM tidak bisa bergerak sendiri, tetapi harus ada kolaborasi.
Misalnya, pelaku UMKM memproduksi satu jenis makanan kemudian dipasarkan melalui sebuah rumah oleh-oleh yang menampung memasarkannya.
BACA JUGA: UMKM di Pontianak Berkembang Pesat, Aset Capai Rp 7 Triliun
"Orang cukup datang di satu tempat oleh-oleh tapi makanan yang dijual lengkap atau istilahnya one stop service," terangnya.
Sekarang ini, Pelaku UMKM dihadapkan pada berbagai tantangan, mulai dari bahan baku, mindset, pemasaran hingga permodalan.
BACA JUGA: Persaingan Era Digital, Telkomsel: UMKM Kesulitan Beradaptasi
Meskipun kualitas produk itu baik, tetapi apabila pemasarannya tidak maksimal maka sangat sulit bersaing dengan produk lainnya.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News