
Proyeksi pada Juli, produksi meningkat menjadi 1.644 ton sehingga neraca surplus.
"Fluktuasi harga cenderung mengalami kenaikan setelah ditemukannya kasus positif pertama kali Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Kalbar pada 12 Mei 2022,” ungkapnya.
Ke depan, kata Hero, pihaknya berupaya ekstra melakukan pemantauan dari segi kesehatan hewannya di rumah potong hewan.
BACA JUGA: Warga Khawatir PMK, Penjualan Daging di Pontianak Nyungsep
“Agar daging yang dipasarkan dapat dipastikan aman, sehat, utuh, halal (ASUH) dan sesuai persyaratan," pungkasnya. (ant)
Simak video pilihan redaksi berikut ini:
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News