
GenPI.co Kalbar - Persoalan sampah menjadi masalah yang dihadapi setiap daerah terutama wilayah perkotaan.
Tingkat pertumbuhan penduduk yang terus merangkak naik diikuti lonjakan produksi sampah, baik yang berasal dari rumah tangga maupun pelaku usaha.
Hal itu pula dialami Kota Pontianak, yang mana pertumbuhan penduduknya mendekati 700 ribu jiwa.
BACA JUGA: Pemkot Terima Bantuan 20 Bak Sampah Lewat Program CSR Indomaret
Jumlah populasi demikian menghasilkan produksi sampah dengan rerata volume 400 ton per hari.
Atau jika dihitung per individu, setiap orang memproduksi sampah antara 0,5-0,7 kilogram per hari.
BACA JUGA: Kurangi Sampah Plastik, Edi Kampanyekan Bawa Tas Belanja Sendiri
Lonjakan sampah bertambah terutama saat memasuki musim buah seperti sekarang ini.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menjelaskan, pemerintah pusat telah membuat regulasi bahwa tahun 2030, sampah yang dikelola harus bisa ditekan minimal 30 persen.
BACA JUGA: DLH Tawarkan Jasa Jemput Bola Pengangkutan Sampah bagi Pelaku Usaha
Sampah yang diproduksi di Kota Pontianak didominasi sampah organik dengan kisaran 60 hingga 70 persen, selebihnya campuran seperti plastik, kertas dan jenis sampah lainnya.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News