
"Kami harus menata tambahan 947 orang P3K guru dan nonguru, serta 142 orang CPNS yang masuk dalam seleksi pengadaan ASN tahun sebelumnya,” terang Satono.
“Ini adalah wujud implementasi kami untuk memaksimalkan fungsi mereka melalui distribusi pegawai," imbuhnya.
Faktor selanjutnya, kata Satono, yakni kondisi fiskal daerah yang belum stabil. Hal itu disebabkan pandemi covid-19 dan berbagai hal lainnya.
BACA JUGA: Dijanjikan Lulus CPNS di Pemprov Kalbar, Korban Rugi Puluhan Juta
"Saat ini, Pemerintah Kabupaten Sambas sedang bekerja keras agar kondisi fiskal daerah bisa stabil,” tandas Satono. (ant)
Jangan lewatkan video populer ini:
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News