
GenPI.co Kalbar - Warga di perbatasan Indonesia-Malaysia tepatnya di Desa Semuntik, Kecamatan Badau, Kapuas Hulu kesulitan mendapatkan air bersih.
Bupati Kapuas Hulu Fransiskus Diaan (Sis) mengatakan, hal itu diketahui saat menerima aduan dari masyarakat di Desa Semuntik.
Padahal, air bersih merupakan kebutuhan pokok masyarakat yang perlu menjadi perhatian serius.
BACA JUGA: Modal Bangun Kapuas Hulu, Warga Perbatasan Diajak Jaga Kerukunan
Pemkab berusaha mencari solusi lewat instansi teknis terkait agar masyarakat tidak lagi sulit mendapatkan air bersih.
"Apakah nanti melalui sumber air yang baru atau bisa juga sumur bor, nanti melalui dinas terkait," ujar Sis, Sabtu (11/6).
BACA JUGA: PLBN Badau Belum Dibuka, Warga Perbatasan Setia Menunggu
Dia mengatakan, seperti yang disampaikan masyarakat, sungai yang ada saat ini tidak bisa lagi dimanfaatkan.
Oleh sebab itu, diperlukan solusi lainnya.
BACA JUGA: 15 Desa di Perbatasan Negara Bakal Nikmati Listrik PLN
Selain persoalan air bersih, Sis juga mengingatkan agar masyarakat selalu menjaga pola hidup sehat.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News