Petani Sawit-Karet Keluhkan Pupuk Mahal, Tunggu Solusi Pemerintah

19 Juni 2022 15:00

GenPI.co Kalbar - Para petani di Kabupaten Sintang beberapa jenis harga pupuk yang melonjak naik.

Anggota DPRD Kabupaten Sintang Nikodemus mengatakan, hampir rata-rata petani mengeluhkan kondisi tersebut.

"Di tahun lalu, kenaikan harga pupuk memang luar biasa, apalagi tahun ini," tutur Niko, Kamis (17/6).

BACA JUGA:  Perusahaan Sawit Komitmen Bantu Pemerintah Tangani Karhutla

Menurutnya, kenaikan harga pupuk ini terjadi di seluruh daerah di Indonesia.

"Kalau kami lihat di grup-grup petani sawit, grup petani karet, semua mengeluhkan harga pupuk," ujar legislator dari Dapil Kecamatan Sepauk dan Kecamatan Tempunak.

BACA JUGA:  Harga TBS Sawit Kalbar Turun Lagi, Tertinggi Rp 2.941,02 Per Kilo

Niko menuturkan, harga pupuk yang sudah terlanjur naik itu, tidak disertai dengan kenaikan harga komunitas hasil pertanian dan perkebunan.

"Harga pupuk yang mahal ini, tidak diimbangi dengan harga hasil pertanian," ungkapnya.

BACA JUGA:  Periode Juni, Harga TBS Sawit Tertinggi Rp 2.733 per Kilogram

Politikus Hanura itu menilai, kenaikan harga pupuk dampak dari gejolak perang yang terjadi di negara pemasok bahan-bahan baku pupuk, yaitu Ukraina dan Rusia.

"Karena pupuk banyak diimpor dari sana, bahan-bahannya," ujarnya.

Selain itu, keterbatasan bahan baku untuk pupuk menjadi salah satu penyebab naiknya harga pupuk di berbagai daerah.

Oleh sebab itu, Nikodemus berharap pemerintah pusat dan daerah bisa menanggulangi permasalahan tersebut.

Dia turut meminta pemerintah agar mencarikan solusi bagi petani untuk mengatasi kenaikan harga pupuk di tingkat petani dan pekebun. (ant)

Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News

Redaktur: Shella Angellia Rimang

BERITA TERKAIT

Copyright © 2024 by GenPI.co KALBAR