Adenocarcinoma, Kanker Paru Intai Wanita Tidak Merokok

11 April 2022 04:00

GenPI.co Kalbar - Batuk dan sesak napas yang tak kunjung membaik pada seseorang yang tidak memiliki riwayat merokok, bisa jadi pertanda adanya kanker paru.

Dokter Spesialis Paru dari Mayapada Hospital Surabaya dr. Bambang Susilo Simon, mengungkapkan bahwa baru-baru ini rumah sakit kedatangan pasien wanita lansia usia 70 tahun.

Pasien tersebut datang dengan keluhan batuk dan sesak napas yang tidak kunjung membaik tanpa riwayat merokok.

BACA JUGA:  Jangan Anggap Remeh, Obesitas Telah Menjadi Epidemi Global

Selanjutnya, segera dilakukan pemeriksaan rontgen paru dan CT Scan paru dengan kontras pada pasien.

"Ditemukan tumor pada paru sebelah kanan serta cairan di rongga selaput pembungkus paru di area tersebut," ujar Bambang dalam keterangannya, Sabtu (9/4).

BACA JUGA:  Sayangi Matamu, Berhentilah Merokok

Kemudian, dokter melakukan tindakan pengambilan cairan tersebut dan dilakukan tindakan bronkoskopi (biopsi paru) untuk memastikan status tumor itu berbahaya atau tidak.

Bronkoskopi merupakan prosedur yang dilakukan untuk melihat ke dalam organ saluran napas/bronchus di dalam paru-paru.

Dokter memasukkan alat serupa selang fleksibel dengan lampu dan kamera di ujungnya.

BACA JUGA:  4 Manfaat Detoks Kopi yang Perlu Diketahui

Prosedur digunakan untuk mendapatkan sampel lendir atau jaringan paru untuk biopsy.

Tujuannya, menghilangkan benda asing atau penyumbatan lain pada saluran paru-paru atau untuk memberikan terapi pengobatan untuk masalah pada paru-paru.

"Hasil biopsi dan CT Scan paru dari pasien tersebut, diketahui diagnosa pasien adalah kanker paru jenis Non Small Cell Lung Cancer - Adenocarcinoma stadium 4," ungkapnya.

Adenocarcinoma paru sendiri ialah jenis kanker paru primer yang paling banyak terjadi.

Jenis kanker paru itu pula yang paling sering dialami oleh pasien wanita Asia yang tidak merokok.

Faktor risiko utama dari kanker paru termasuk adenocarcinoma adalah merokok.

Ada pula faktor risiko lain adalah riwayat keluarga dengan kanker paru, mutasi gen, paparan asap, bahan kimia, dan logam berat.

Menurut Bambang, gejala kanker paru antara lain batuk yang tak kunjung sembuh, batuk berdarah, sesak napas.

Selanjutnya nyeri dada, kesulitan bernapas dan menelan, serta turun berat badan tanpa sebab yang jelas.

Penanganan kanker paru termasuk adenocarcinoma bergantung pada stadium, lokasi kanker, dan kondisi pasien secara keseluruhan.

Pada pasien ini, terapi awal yang dilakukan adalah kemoterapi untuk mencegah semakin menyebarnya sel kanker, sambil menunggu hasil pemeriksaan analisa genetik dari sel kanker paru ini.

“Nantinya jenis obat yang digunakan akan disesuaikan dengan hasil pemeriksaan ini," tandas Bambang. (ant)

Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News

Redaktur: Shella Angellia Rimang

BERITA TERKAIT

Copyright © 2025 by GenPI.co KALBAR